Archive for Juni 2013
Data
Pengertian Data
Data adalah catatan
atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak daridatum, berasal dari bahasa
Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan
sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang
bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan
(ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga
dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang
lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi.
Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya
dinamakan klasifikasi.
Cara Mengumpulkan Data
:
Ada beberapa teknik
dalam pengumpulan data yaitu angket, wawancara, observasi, studi komunikasi,
dan teknik lainnya.
1. Angket
Angket adalah teknik
pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk
diisi sendiri oleh Responden dan responden itu merupakan orang yang memberikan
tanggapan atau jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat
menggunakan teknik ini responden harus mempunyai tingkat pendidikan yang
memadai untuk dapat membaca dan menuliskan jawabannya.
2. Wawancara
Wawancara (interview)
adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan secara
langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban – jawaban responden
dicatat atau direkam dengan alat perekam . Teknik wawancara dapat digunakan
pada responden yang buta huruf atau tidak terbiasa membaca dan menulis,
termasuk anak-anak.
3. Observasi
Observasi dalam artian
sempit adalah pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti
tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Berdasarkan
keterlibatan pengamatan dalam kegiatan-kegiatan orang yang diamati, obervasi
dibedakan menjadi :
a. Observasi partisipan
b. Observasi tak
partisipan
Berdasarkan cara
pengamatan yang dilakukan, obervasi juga dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a. Observasi tak
berstruktu
b. Observasi
berstruktur
4. Studi Dokumentasi
Studi Dokumentasi
merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek
penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam , tidak hanya
dokumen resmi.
Dokumen dapat dibedakan
antara 2 yaitu : dokumen primer dan sekunder. Dokumen primer merupakan dokumen
yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa (contoh:
otobiografi). Dan dokumen sekunder merupakan dokumen yang ditulis orang lain
yang selanjutnya ditulis oleh orang ini (contoh: biografi)
Klasifikasi Data
Data dapat di
klasifikasikan pada 5 hal, yaitu:
1. menurut jenisnya
a. Data kualitatif :
tidak berupa angka
b. Data kuantitatif :
berupa angka
2. menurut sifatnya
a. Diskrit : dapat
dihitung / rata-rata
b. Kontinyu : nilai
dalam interval waktu
3. menurut sumbernya
a. Data internal :
menggambarkan keadaan perusahaan
b. Data eksternal :
menggambarkan keadaan di luar perusahaan
4. menurut cara
memperolehnya
a. data primer : diolah
sendiri
b. data sekunder :
diolah oleh pihak lain
5. menurut waktu
pengumpulannya
a. Data cross-section :
pada waktu tertentu
b. Data Time series
(berkala) : historis, dari waktu ke waktu
Macam-Macam Variabel
a. Variabel Independent
Variable ini sering
disebut variable stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering
disebut variable bebas. Variabel bebas adalah merupakan variable yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable
dependen (terikat).
b. Variabel Dependen
Sering disebut sebagai
variable output, criteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut
sebagai variable tertikan. Variable terikat merupakan varriabel ynag
dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas.
c. Variabel Moderator
Adalah variable yang
mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variable independen
dengan dependen. Variable tersebut juga sebagai variable independen ke dua.
d. Variable Intervening
Variabel intervening
adalah variable yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variable
independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat
diamati dan diukur. Variable ini merupakan variable penyela/antara yang
terletak diantara variable independen, sehingga variable independen tidak
langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variable dependen.
e. Variabel
Kontrol
Adalah variable yang
dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable independen terhadap
dependen tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. Variable
control sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan penelitian yang
besifat membandingkan.
Link :
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Data
http://amaliamel2.blogspot.com/2012/03/cara-pengumpulan-data.html
http://stmj-sutamaji.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-macam-macam-variable-dan.html
Pengertian Data
Data adalah catatan
atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak daridatum, berasal dari bahasa
Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan
sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang
bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan
(ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga
dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang
lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi.
Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya
dinamakan klasifikasi.
Cara Mengumpulkan Data
:
Ada beberapa teknik
dalam pengumpulan data yaitu angket, wawancara, observasi, studi komunikasi,
dan teknik lainnya.
1. Angket
Angket adalah teknik
pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk
diisi sendiri oleh Responden dan responden itu merupakan orang yang memberikan
tanggapan atau jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat
menggunakan teknik ini responden harus mempunyai tingkat pendidikan yang
memadai untuk dapat membaca dan menuliskan jawabannya.
2. Wawancara
Wawancara (interview)
adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan secara
langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban – jawaban responden
dicatat atau direkam dengan alat perekam . Teknik wawancara dapat digunakan
pada responden yang buta huruf atau tidak terbiasa membaca dan menulis,
termasuk anak-anak.
3. Observasi
Observasi dalam artian
sempit adalah pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti
tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Berdasarkan
keterlibatan pengamatan dalam kegiatan-kegiatan orang yang diamati, obervasi
dibedakan menjadi :
a. Observasi partisipan
b. Observasi tak
partisipan
Berdasarkan cara
pengamatan yang dilakukan, obervasi juga dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a. Observasi tak
berstruktu
b. Observasi
berstruktur
4. Studi Dokumentasi
Studi Dokumentasi
merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek
penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam , tidak hanya
dokumen resmi.
Dokumen dapat dibedakan
antara 2 yaitu : dokumen primer dan sekunder. Dokumen primer merupakan dokumen
yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa (contoh:
otobiografi). Dan dokumen sekunder merupakan dokumen yang ditulis orang lain
yang selanjutnya ditulis oleh orang ini (contoh: biografi)
Klasifikasi Data
Data dapat di
klasifikasikan pada 5 hal, yaitu:
1. menurut jenisnya
a. Data kualitatif :
tidak berupa angka
b. Data kuantitatif :
berupa angka
2. menurut sifatnya
a. Diskrit : dapat
dihitung / rata-rata
b. Kontinyu : nilai
dalam interval waktu
3. menurut sumbernya
a. Data internal :
menggambarkan keadaan perusahaan
b. Data eksternal :
menggambarkan keadaan di luar perusahaan
4. menurut cara
memperolehnya
a. data primer : diolah
sendiri
b. data sekunder :
diolah oleh pihak lain
5. menurut waktu
pengumpulannya
a. Data cross-section :
pada waktu tertentu
b. Data Time series
(berkala) : historis, dari waktu ke waktu
Macam-Macam Variabel
a. Variabel Independent
Variable ini sering
disebut variable stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering
disebut variable bebas. Variabel bebas adalah merupakan variable yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable
dependen (terikat).
b. Variabel Dependen
Sering disebut sebagai
variable output, criteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut
sebagai variable tertikan. Variable terikat merupakan varriabel ynag
dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas.
c. Variabel Moderator
Adalah variable yang
mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variable independen
dengan dependen. Variable tersebut juga sebagai variable independen ke dua.
d. Variable Intervening
Variabel intervening
adalah variable yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variable
independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat
diamati dan diukur. Variable ini merupakan variable penyela/antara yang
terletak diantara variable independen, sehingga variable independen tidak
langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variable dependen.
e. Variabel
Kontrol
Adalah variable yang
dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable independen terhadap
dependen tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. Variable
control sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan penelitian yang
besifat membandingkan.
Link :
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Data
http://amaliamel2.blogspot.com/2012/03/cara-pengumpulan-data.html
http://stmj-sutamaji.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-macam-macam-variable-dan.html
Hipotesis
Hipotesis atau hipotesa
adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena
masih harus dibuktikan kebenarannya.
Hipotesis ilmiah
mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti.
Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan
dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat
saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini
disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya
disebut teori.
Hipotesis berasal dari
bahasa Yunani: hypo = di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan,
kepastian. Artinya, hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan
dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa,
secara sadar, teliti, dan terarah. Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini
sering juga disebut dengan hipotesis, tidak ada perbedaan makna di dalamnya.
Ketika berfikir untuk
sehari-hari, orang sering menyebut hipotesis sebagai sebuah anggapan,
perkiraan, dugaan, dan sebagainya.
Hipotesis juga berarti
sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa di antara sejumlah fakta
ada hubungan tertentu. Proposisi inilah yang akan membentuk proses terbentuknya
sebuah hipotesis di dalam penelitian, salah satu di antaranya, yaitu penelitian
sosial.
Proses pembentukan
hipotesis merupakan sebuah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap
tertentu.Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesis ilmiah, yang
dilakukan dengan sadar, teliti, dan terarah. Sehingga, dapat dikatakan bahwa
sebuah Hipotesis merupakan satu tipe proposisi yang langsung dapat diuji.
Ciri-Ciri Hipotesis
Ciri-Ciri Hipotesis
yang Baik
Karakteristik Hipotesis
yang Baik
Sebuah hipotesis atau
dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal
tersebut diantaranya :
1) Hipotesis harus
mempunyai daya penjelas
2) Hipotesis harus
menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
3) Hipotesis harus
dapat diuji
4) Hipotesis hendaknya
konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
5) Hipotesis hendaknya
dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.
Kegunaan Hipotesis
Hipotesis merupakan
elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif.
Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya:
1. Hipotesis dapat
dikatakan sebagai piranti kerja teori. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori
yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya,
sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.
2. Hipotesis dapat
diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.
3. Hipotesis adalah
alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuwan
dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk
menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat
peneliti yang menyusun dan mengujinya.
Macam-Macam Hipotesis
1. Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif,
merupakan dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel walaupun di
dalamnya bisa terdapat beberapa kategori.
2. Hipotesis
Korelasional/hubungan
Hipotesis korelasional
adalah hipotesis yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua atau lebih
variabel. Jika pola hubungan antara dua atau lebih variabel bersifat kausal
(sebab-akibat) , maka hipotesisnya disebut hipotesis kausalitas. Hipotesis
Korelasional terdiri dari hipotesis kausal dan korelasi.
3. Hipotesis asosiasi
Pengukurana asosiasi
merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik
bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis
http://arimjie.blogspot.com/2012/05/jenis-jenis-hipotesis.html
http://
goamma.blogspot.com/2013/04/hipotesis.html
Teknik Pembuatan Proposal
Proposal adalah suatu
bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal danstandar. Untuk
memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kitadapat
membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia
ilmiah(pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan
membuatpenelitian (skripsi, tesis, disertasi).
Dalam dunia ilmiah,
proposal adalah suatu rancangandesain penelitian (usulan penelitian) yang akan
dilakukan oleh seorang peneliti tentangsuatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal
Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk , dengan berbagai standar
tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.Proposal yang akan
dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang seringdigunakan sebagai
usulan atau rancangan kegiatan.
Bentuk proposal ini
memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan
dalam dunia ilmiah,namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum”
biasanya lebih lenturdalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam
aturan penulisan. Namun,walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap
harus mengindahkan kaidah-kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan
mudah dimengerti oleh orang-orangyang membaca proposal tersebut
Sistematika Pembuatan
Proposal
1. Pendahuluan
Berisi tentang ha-¬hal
dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
Hubungan kegiatan
tersebut dalam kehidupan sehari¬hari(nyata)
Point¬point pembahasan
pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S¬W¬O¬T yang telah dibahas
sebelumnya.
2. Latar Belakang
Berisi tentang dasar
yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program
kerja pengurus dan lain-¬lain
Jika kegiatan tersebut
bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan
Pemerintah Daerah No sekian
3. Tujuan
Tujuan yang ingin
dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
Tentukan juga keluaran
( output ) yang dikehendaki seperti apa
4. Tema
Tema yang diangkat
dalam kegiatan tersebut
5. Jenis Kegiatan
Diperlukan untuk
menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih
dari satu,
Menjelaskan bentuk dari
kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara
lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
Berisi uraian yang
lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang
digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
7. Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang
objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal
dengan peserta)
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari,
tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini,
hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh
panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau
bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting¬penting
saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll,
sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
Dibuat sesuai dengan
perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
Atau bisa juga ditulis
terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
Berisi tentang harapan
yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
Ditutup dengan lembar
pengesahan proposal
Terakhir, diikuti
dengan lampiran
Jenis-Jenis Proposal
Proposal Penelitian
dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Proposal Penelitian
Pengembangan
Kegiatan yang
menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan
masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada
pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan
penelitian untuk memecahkan masalah.
Skripsi, tesis, dan
disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan
sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis
berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan
kegiatan penelitian tersebut berbeda.
Kegiatan penelitian
pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan
kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan
suatu permasalahan.
2. Proposal Penelitian
Kajian Pustaka
Telaah yang
dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada
penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.
Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data
atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara
baru dan atau untuk keperluan baru.
Dalam hal ini
bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran
atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan
yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai
dasar pemecahan masalah.
3. Proposal Penelitian
Kualitatif
Penelitian yang
dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui
pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai
instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif
subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Ciri-ciri penelitian
kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan
penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan
mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
4. Proposal Penelitian
Kuantitatif
Suatu penelitian yang
pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini
berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman
peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi
permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk
memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di
lapangan.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/7750045/Proposal
http://litstarss.blogspot.com/2010/05/jenis-jenis-proposal.html
http://harussiap.blogspot.com/2013/05/teknik-membuat-proposal.html
Diberdayakan oleh Blogger.