Entri Populer

free counters

Recent Comments

Archive for Maret 2014

Black Box Testing dan white box testing

Senin, 31 Maret 2014
Posted by Unknown
Dosen: Kunto Bayu A, ST 

PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK

Pengujian PL adalah elemen kritis dari jaminan kualitas PL dan merepresentasikan spesifikasi, desain dan pengkodean.
Meningkatnya visibilitas PL sbg suatu elemen sistem dan "biaya” yg muncul akibat kegagalan PL, memotivasi dilakukan perencanaan yg baik melalui pengujian yg teliti.

Dalam melakukan uji coba ada 2 masalah penting yang akan dibahas, yaitu :
A.  Teknik uji coba PL
B.   Strategi uji coba PL

TEKNIK UJI COBA PL

Pada dasarnya, pengujian merupakan suatu proses rekayasa PL yg dapat dianggap (secara psikologis) sebagai hal yg destruktif daripada konstruktif.

SASARAN PENGUJIAN (Glen Myers) :
1.    Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan.
2.   Test case yg baik adalah test case yg memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yg belum pernah ditemukan sebalumnya.
3.   Pengujian yg sukses adalah pengujian yg mengungkap semua kesalahan yg belum pernah ditemukan sebelumnya.

PRINSIP PENGUJIAN (diusulkan Davis) :
·        Semua pengujian harus dapat ditelusuri sampai ke persyaratan pelanggan.
·        Pengujian harus direncanakan lama sebelum pengujian itu dimulai.
·        Prinsip Pareto berlaku untuk pengujian PL. Prinsip Pareto mengimplikasikan 80% dari semua kesalahan yg ditemukan selama pengujian sepertinya akan dapat ditelusuri sampai 20% dari semua modul program.
·        Pengujian harus mulai "dari yg kecil" dan berkembang ke pengujian "yang besar".
·        Pengujian yg mendalam tidak mungkin.
·        Paling efektif, pengujian dilakukan oleh pihak ketiga yg independen.




TESTABILITAS
Testabilitas PL adalah seberapa mudah sebuah program komputer dapat diuji. Karena pengujian sangat sulit, perlu diketahui apa yg dapat dilakukan untuk membuatnya menjadi mudah.

Karakteristik PL yg diuji :
·        OPERABILITAS, semakin baik dia bekerja semakin efisien dia dapat diuji.
·        OBSERVABILITAS, apa yg anda lihat adalah apa yg anda uji.
·        KONTROLABILITAS, semakin baik kita dapat mengontrol PL semakin banyak pengujian yg adapat diotomatisasi dan dioptimalkan.
·        DEKOMPOSABILITAS, dengan mengontrol ruang lingkup pengujian kita dapat lebih cepat mengisolasi masalah dan melakukan pengujian kembali.
·        KESEDERHANAAN, semakin sedikit yg diuji semakin cepat pengujian.
·        STABILITAS, semakin sedikit perubahan semakin sedikit gangguan pengujian.
·        KEMAMPUAN DIPAHAMI, semakin banyak informasi yg dimiliki semakin detail pengujiannya.

ATRIBUT PENGUJIAN YG BAIK :
·        Memiliki probabilitas yg tinggi menemukan kesalahan.
·        Tidak redundan.
·        Harusnya ‘jenis terbaik’.
·        Tidak boleh terlalu sederhana atau terlalu kompleks.

DESAIN TEST CASE
Terdapat bermacam-macam rancangan metode test case yg dapat digunakan, semua menyediakan pendekatan sistematis untuk uji coba, yg terpenting metode menyediakan kemungkinan yg cukup tinggi menemukan kesalahan.

Terdapat 2 macam test case:
1.    Pengetahuan fungsi yg spesifik dari produk yg telah dirancang untuk diperlihatkan, test dapat dilakukan untuk menilai masing-masing fungsi apakah telah berjalan sebagaimana yg diharapkan.
2.   Pengetahuan tentang cara kerja dari produk, test dapat dilakukan untuk memperlihatkan cara kerja dari produk secara rinci sesuai dengan spesifikasinya.



Dua macam pendekatan test yaitu :
1. Black Box Testing
Test case ini bertujuan untuk menunjukkan fungsi PL tentang cara beroperasinya, apakah pemasukan data keluaran telah berjalan sebagaimana yang diharapkan dan apakah informasi yang disimpan secara eksternal selalu dijaga kemutakhirannya.


Kelebihan White Box Testing
Menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan, sekurang-kurangnya sekali pengujian.
Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
Mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.


Kelemahan White Box Testing
Melibatkan sumber daya yang besar ,pembuatan class test bisa memakan waktu lebih lama.
Memiliki Syarat mampu mendefinisikan semua alur logika dan mampu membangun kasus untuk digunakan sesuai alur logika.
Belum mampu melakukan tes availability, reliability,dan load durability dalam testing.

2. White Box Testing
Adalah meramalkan cara kerja perangkat lunak secara rinci, karenanya logikal path (jalur logika) perangkat lunak akan ditest dengan menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan atau pengulangan secara spesifik. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.

Kelebihan White Box Testing
Bisa memilih sub test secara efektif dan efisien.
Dapat menemukan cacat lebih cepat.

Kelemahan Black Box Testing
Tester tidak pernah yakin apakah software tersebut benar – benar lolos uji.


UJI COBA WHITE BOX

Uji coba white box adalah metode perancangan test case yang menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural untuk mendapatkan test case. Dengan rnenggunakan metode white box, analis sistem akan dapat memperoleh test case yang:
·        menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan sekurang­-kurangnya
          sekali
·        mengerjakan seluruh keputusan logikal
·        mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya
·        mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas

PENGUJIAN BLACK-BOX
Tujuan metode ini mencari kesalaman pada:
·        Fungsi yg salah atau hilang
·        Kesalahan pada interface
·        Kesalahan pada struktur data atau akses database
·        Kesalahan performansi
·        Kesalahan inisialisasi dan tujuan akhir

Metode ini tidak terfokus pada struktur kontrol seperti pengujian white-box tetapi pada domain informasi.
Pengujian dirancang untuk menjawab pertanyaan sbb:
·        Bagaimana validitas fungsional diuji?
·        Apa kelas input yg terbaik untuk uji coba yg baik?
·        Apakah sistem sangat peka terhadap nilai input tertentu?
·        Bagaimana jika kelas data yang terbatas dipisahkan?
·        Bagaimana volume data yg dapat ditoleransi oleh sistem?
·        Bagaimana pengaruh kombinasi data terhadap pengoperasian system?


SUMBER : http://tataswicaksono.wordpress.com/2009/11/04/white-box-black-box-testing-2
                  lulu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2842/RPL09b.doc‎

Azmi erviandi
11110277
4ka20

Diberdayakan oleh Blogger.