Archive for Maret 2014
Black Box Testing dan white box testing
Dosen: Kunto Bayu A, ST
PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK
Pengujian PL adalah elemen kritis dari jaminan
kualitas PL dan merepresentasikan spesifikasi, desain dan pengkodean.
Meningkatnya visibilitas PL sbg suatu elemen sistem
dan "biaya” yg muncul akibat kegagalan PL, memotivasi dilakukan
perencanaan yg baik melalui pengujian yg teliti.
Dalam melakukan uji coba ada 2 masalah penting yang
akan dibahas, yaitu :
A. Teknik uji
coba PL
B. Strategi
uji coba PL
TEKNIK UJI COBA PL
Pada dasarnya, pengujian merupakan suatu proses
rekayasa PL yg dapat dianggap (secara psikologis) sebagai hal yg destruktif
daripada konstruktif.
SASARAN PENGUJIAN (Glen Myers) :
1.
Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan
kesalahan.
2. Test case
yg baik adalah test case yg memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan
kesalahan yg belum pernah ditemukan sebalumnya.
3. Pengujian
yg sukses adalah pengujian yg mengungkap semua kesalahan yg belum pernah
ditemukan sebelumnya.
PRINSIP PENGUJIAN (diusulkan Davis) :
· Semua
pengujian harus dapat ditelusuri sampai ke persyaratan pelanggan.
·
Pengujian harus direncanakan lama sebelum pengujian itu dimulai.
·
Prinsip Pareto berlaku untuk pengujian PL. Prinsip Pareto
mengimplikasikan 80% dari semua kesalahan yg ditemukan selama pengujian
sepertinya akan dapat ditelusuri sampai 20% dari semua modul program.
·
Pengujian harus mulai "dari yg kecil" dan berkembang ke
pengujian "yang besar".
·
Pengujian yg mendalam tidak mungkin.
·
Paling efektif, pengujian dilakukan oleh pihak ketiga yg independen.
TESTABILITAS
Testabilitas PL adalah seberapa mudah sebuah program
komputer dapat diuji. Karena pengujian sangat sulit, perlu diketahui apa yg
dapat dilakukan untuk membuatnya menjadi mudah.
Karakteristik PL yg diuji :
·
OPERABILITAS, semakin baik dia bekerja semakin efisien dia dapat diuji.
·
OBSERVABILITAS, apa yg anda lihat adalah apa yg anda uji.
·
KONTROLABILITAS, semakin baik kita dapat mengontrol PL semakin banyak
pengujian yg adapat diotomatisasi dan dioptimalkan.
·
DEKOMPOSABILITAS, dengan mengontrol ruang lingkup pengujian kita dapat
lebih cepat mengisolasi masalah dan melakukan pengujian kembali.
·
KESEDERHANAAN, semakin sedikit yg diuji semakin cepat pengujian.
·
STABILITAS, semakin sedikit perubahan semakin sedikit gangguan
pengujian.
·
KEMAMPUAN DIPAHAMI, semakin banyak informasi yg dimiliki semakin detail
pengujiannya.
ATRIBUT PENGUJIAN YG BAIK :
·
Memiliki probabilitas yg tinggi menemukan kesalahan.
· Tidak
redundan.
·
Harusnya ‘jenis terbaik’.
· Tidak
boleh terlalu sederhana atau terlalu kompleks.
DESAIN TEST CASE
Terdapat bermacam-macam rancangan metode test case
yg dapat digunakan, semua menyediakan pendekatan sistematis untuk uji coba, yg
terpenting metode menyediakan kemungkinan yg cukup tinggi menemukan kesalahan.
Terdapat 2 macam test case:
1.
Pengetahuan fungsi yg spesifik dari produk yg telah dirancang untuk
diperlihatkan, test dapat dilakukan untuk menilai masing-masing fungsi apakah
telah berjalan sebagaimana yg diharapkan.
2.
Pengetahuan tentang cara kerja dari produk, test dapat dilakukan untuk
memperlihatkan cara kerja dari produk secara rinci sesuai dengan
spesifikasinya.
Dua macam pendekatan test yaitu :
1.
Black Box Testing
Test case ini bertujuan untuk menunjukkan fungsi PL
tentang cara beroperasinya, apakah pemasukan data keluaran telah berjalan
sebagaimana yang diharapkan dan apakah informasi yang disimpan secara eksternal
selalu dijaga kemutakhirannya.
Kelebihan
White Box Testing
Menjamin seluruh independent path di dalam modul
yang dikerjakan, sekurang-kurangnya sekali pengujian.
Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan
batasannya.
Mengerjakan seluruh struktur data internal yang
menjamin validitas.
Kelemahan
White Box Testing
Melibatkan sumber daya yang besar ,pembuatan class
test bisa memakan waktu lebih lama.
Memiliki Syarat mampu mendefinisikan semua alur
logika dan mampu membangun kasus untuk digunakan sesuai alur logika.
Belum mampu melakukan tes availability, reliability,dan
load durability dalam testing.
2.
White Box Testing
Adalah meramalkan cara kerja perangkat lunak secara
rinci, karenanya logikal path (jalur logika) perangkat lunak akan ditest dengan
menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan atau
pengulangan secara spesifik. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box
testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.
Kelebihan
White Box Testing
Bisa memilih sub test secara efektif dan efisien.
Dapat menemukan cacat lebih cepat.
Kelemahan
Black Box Testing
Tester tidak pernah yakin apakah software tersebut
benar – benar lolos uji.
UJI
COBA WHITE BOX
Uji coba white box adalah metode perancangan test
case yang menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural untuk
mendapatkan test case. Dengan rnenggunakan metode white box, analis sistem akan
dapat memperoleh test case yang:
·
menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan
sekurang-kurangnya
sekali
·
mengerjakan seluruh keputusan logikal
·
mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya
·
mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas
PENGUJIAN
BLACK-BOX
Tujuan metode ini mencari kesalaman pada:
·
Fungsi yg salah atau hilang
·
Kesalahan pada interface
·
Kesalahan pada struktur data atau akses database
·
Kesalahan performansi
·
Kesalahan inisialisasi dan tujuan akhir
Metode ini tidak terfokus pada struktur kontrol
seperti pengujian white-box tetapi pada domain informasi.
Pengujian dirancang untuk menjawab pertanyaan sbb:
·
Bagaimana validitas fungsional diuji?
· Apa
kelas input yg terbaik untuk uji coba yg baik?
·
Apakah sistem sangat peka terhadap nilai input tertentu?
·
Bagaimana jika kelas data yang terbatas dipisahkan?
·
Bagaimana volume data yg dapat ditoleransi oleh sistem?
·
Bagaimana pengaruh kombinasi data terhadap pengoperasian system?
SUMBER : http://tataswicaksono.wordpress.com/2009/11/04/white-box-black-box-testing-2
lulu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2842/RPL09b.doc
Azmi erviandi
11110277
4ka20
Diberdayakan oleh Blogger.