Archive for Maret 2013
Jasa service Komputer panggilan Jakarta
Dr.PC Servis
Apakah anda punya keluhan dengan Komputer dan Laptop anda Hubungi kami semoga kami bisa bantu keluhan komputer anda dan jika komputer/laptop anda masih rusak/eror maka anda tidak perlu membayar kami. Masalah Tarif Relatif Dijamin murah.
Yang kami kerjakan :
1.Instal ulang OS(windows XP, 7 ,8) + software yang lain saya menginstal dengan sesuai kemampuan PC.
2.Pengecekan hardware jika terjadi kendala.
Cara kerja kami :
1.jika ada peggantian hardware maka kami meminta waktu untuk membeli sperpart yang di perlukan.
2.jika pemilik komputer tidak mempunyai cd driver maka kami perlu waktu untuk mencari driver.
3.pengerjaan hanya dilakukan didaerah (Jakarta Selatan dari pancoran- Depok margonda) dan
(Jakarta Barat dari Palmerah - Kebayoran lama - cipulir).
Contact Person : Andi (085714162345) SMS n CALL
Email/Facebook : azmibleach@yahoo.co.id / azmee do kyanon
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah suatu
penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah
diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat
lebih khusus. Metode ini
diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.
Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki
konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian
di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan
teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Deduksi ialah proses pemikiran
yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan
yang lebih khusus. Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme,
yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik
suatu proposisi baru (berupa konklusi).
Hukum-hukum
Silogisme
a. Prinsip-prinsip Silogisme
kategoris mengenai term:
1. Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih
dari tiga
2. Term menengah tidak boleh terdapat
dalam kesimpulan
3. Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak
boleh lebih luas daripada dalam premis.
4. Luas term menengah sekurang-kurangnya satu
kali universal.
b. Prinsip-prinsip silogisme
kategoris mengenai proposisi.
1. Jika kedua premis afirmatif, maka
kesimpulan harus afirmatif juga.
2. Kedua premis tidak boleh
sama-sama negatif.
3. Jika salah satu premis negatif,
kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
4. Salah satu premis harus
universal, tidak boleh keduanya pertikular.
Bentuk Silogisme
Menyimpang
Dalam praktek penalaran tidak
semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan
bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam
logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.
Contoh:
“Mereka yang akan dipecat
semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh
disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.
Bentuk standar:
“Semua orang yang bekerja
disiplin bukanlah orang yang akan dipecat.
Kamu adalah orang yang bekerja
disiplin.
Kamu bukanlah orang yang akan
dipecat”.
Penalaran Induktif
Untuk memperoleh pengetahuan
ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan
Penalaran Induktif. Untuk minggu ini saya akan mencoba membahas tentang
penalaran Induktif.
Penalaran induktif merupakan
prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik
dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.
Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk
turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara
canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut
dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan
merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan
memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan
melakukan generalisasi.
Di dalam penalaran induktif
terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan
hubungan kausal.
Jenis-jenis
penalaran induktif antara lain :
1. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contohnya :
• Luna Maya adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
• Nia Ramadhani adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
• Luna Maya adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
• Nia Ramadhani adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
Generalisasi:
Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
2. Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
a . Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan.
b . Meramalkan kesaman.
c . Menyingkapkan kekeliruan.
d . klasifikasi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
a . Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan.
b . Meramalkan kesaman.
c . Menyingkapkan kekeliruan.
d . klasifikasi
Contoh analogi :
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
3 . Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari
gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
a. Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b. Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c. Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
a. Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b. Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c. Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
PEMASANGAN BRANDING/STICKER MOBIL,TRUCK,GEDUNG DLL
Pemasangan Sticker
Pemasangan Dilakuakan oleh Stickerin Sejahtera
http://www.sticker-in.com/
CP: 085714162345
021-35800851
Pemasangan sticker kami bukan hanya di mobil tapi bisa di gedung, dinding, meja, perkantoran, mall, kaca dan lainnya. Dengan tim profesional branding ,kami bisa memasang sticker di media apapun. Kemampuan, tehnik, ilmu dan pengalamanlah yang menghasilkan karya terpercaya dengan membangun kepercayaan dalam melayani pasar yang dapat dipercaya oleh konsumen yang dapat membawa kami bisa menghasilkan karya-karya kami selama ini dan terus berkelanjutan dalam berkarya dan berkarya.Berikut ini adalah hasil yang sudah kami kerjakan.
![]() |
| Add caption |

Diberdayakan oleh Blogger.





