- Home »
- Penalaran Deduktif
Unknown
On Senin, 18 Maret 2013
Penalaran deduktif adalah suatu
penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah
diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat
lebih khusus. Metode ini
diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.
Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki
konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian
di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan
teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Deduksi ialah proses pemikiran
yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan
yang lebih khusus. Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme,
yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik
suatu proposisi baru (berupa konklusi).
Hukum-hukum
Silogisme
a. Prinsip-prinsip Silogisme
kategoris mengenai term:
1. Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih
dari tiga
2. Term menengah tidak boleh terdapat
dalam kesimpulan
3. Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak
boleh lebih luas daripada dalam premis.
4. Luas term menengah sekurang-kurangnya satu
kali universal.
b. Prinsip-prinsip silogisme
kategoris mengenai proposisi.
1. Jika kedua premis afirmatif, maka
kesimpulan harus afirmatif juga.
2. Kedua premis tidak boleh
sama-sama negatif.
3. Jika salah satu premis negatif,
kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
4. Salah satu premis harus
universal, tidak boleh keduanya pertikular.
Bentuk Silogisme
Menyimpang
Dalam praktek penalaran tidak
semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan
bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam
logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.
Contoh:
“Mereka yang akan dipecat
semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh
disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.
Bentuk standar:
“Semua orang yang bekerja
disiplin bukanlah orang yang akan dipecat.
Kamu adalah orang yang bekerja
disiplin.
Kamu bukanlah orang yang akan
dipecat”.
Diberdayakan oleh Blogger.