Archive for Mei 2013
Metode ilmiah
Metode ilmiah atau
proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan
untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan
melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Karakterisasi Metode
Ilmiah
Metode ilmiah
bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses
karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang
dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat
melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud
seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses
pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti
laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau
dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering
memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau
voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan
penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya
ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan
diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran
dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil
pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan
melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur.
Langkah-langkah Metode
Ilmiah
Observasi Awal
Setelah topik yang akan
diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek
ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala
sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai
sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
· Gunakan semua referensi: buku, jurnal,
majalah, koran, internet, interview, dll.
· Kumpulkan informasi dari ahli:
instruktur, peneliti, insinyur, dll.
· Lakukan eksplorasi lain yang
berhubungan dengan topik.
Mengindentifikasi
Masalah
Permasalahan merupakan
pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam
pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan,
bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi
surya di rumah?
· Batasi permasalahan seperlunya agar
tidak terlalu luas.
· Pilih permasalahan yang penting dan
menarik untuk diteliti.
· Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan
secara eksperimen.
Merumuskan atau
menyatakan hipotesis
Hipotesis merupakan
suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan
dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian
yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis
ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat,
jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti
penelitian yang dilakukan salah.
· Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu
sebagai dasar hipotesis
· Rumuskan hipotesis sebelum memulai
proyek eksperimen
Melakukan Eksperimen
Eksperimen dirancang
dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua
variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel
yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan
variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan
variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang
diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol
adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
· Usahakan hanya satu variabel bebas
selama eksperimen.
· Pertahankan kondisi yang tetap pada
variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
· Lakukan eksperimen berulang kali untuk
memvariasi hasil.
· Catat hasil eksperimen secara lengkap
dan seksama.
Menyimpulkan Hasil
Eksperimen
Kesimpulan proyek
merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan
antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen
yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan,
kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih
lanjut.
Jika hasil eksperimen
tidak sesuai dengan hipotesis:
· Jangan ubah hipotesis
· Jangan abaikan hasil eksperimen
· Berikan alasan yang masuk akal mengapa
tidak sesuai
· Berikan cara-cara yang mungkin
dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
· Bila cukup waktu lakukan eksperimen
sekali lagi atau susun ulang eksperimen.
Sumber : http://alphaomega86.tripod.com/metode_ilmiah.html
Karya Ilmiah
Karya ilmiah (bahasa
Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang
memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang
atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan
ditaati oleh masyarakat keilmuan. Menurut pengertian lain karya ilmiah adalah
tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat
bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum
serta ditulis menurut metedologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis
dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan
didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya.
Karya ilmiah mempunyai
3 ciri yaitu:
Karya ilmiah harus
merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Artinya sesuai
dengan objek yang diteliti.
Bersifat metodis dan
sistematis
Menggunakan ragam
bahasa ilmiah yang baku dan formal, bahasanya bersifat lugas agar tidak
menimbulkan penafsiran dan makna ganda.
Macam – macam Karya
Ilmiah:
Karya Ilmiah Pendidikan
Karya Ilmiah pendidikan
digunakan untuk tugas meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu
gelar pendidikan, karya ilmiah terdiri dari :
Paper ( Karya Tulis)
Pra
Skripsi
Skripsi yaitu karya
tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
Thesis yaitu karya
tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
Disertasi yaitu karya
tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis
berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
Karya Ilmiah Penelitian
Karya ilmiah penelitian
terdiri dari :
Makalah seminar
Laporan hasil
penelitian
Jurnal Penelitian
SEMI
ILMIAH
Semi Ilmiah adalah
karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi
panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya
formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat
dibuktikan benar atau tidaknya. Semi ilmiah ini juga merupakan sebuah penulisan
yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak
semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang
sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari
karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak
digunakan misalnya dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan
cerpen. Karakteristiknya berada diantara ilmiah.
Ciri-ciri Semi Ilmiah:
Emotif
Kemewahan dan cinta
lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit
informasi.
Persuasif
Penilaian fakta tanpa
bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir
pembaca dan cukup informative.
Deskriptif
Pendapat pribadi,
sebagian imajinatif dan subjektif.
Kritik tanpa dukungan
bukti.
Contoh :
Manga, merupakan
sebutan untuk komik di Jepang. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan komik
masuk pertama kali ke Jepang, tetapi pada mulanya komik Jepang adalah peniruan
dari film animasi Walt Disney oleh Ozamu Tezuka (1928-1989) dan merupakan cikal
bakal dari komik Jepang modern. Beliau mengekspresikan gerakan film-film
animasi Walt Disney ke dalam komik Jepang. Karya-karya beliau setelah akhir
perang dunia II membuka era baru untuk komik Jepang.
KARYA NON ILMIAH
Karya non ilmiah sangat
bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta
umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subjektif, gaya
bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular. Satu
ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan.
Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat
sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan
sebagainya.
Ciri-ciri Karya Non
Ilmiah:
- Bersifat
persuasif
- Ditulis
berdasarkan fakta pribadi
- Fakta
yang disimpulkan subyektif
- Bersifat
imajinatif
- Gaya
bahasa konotatif dan populer
- Situasi
didramatisir
- Tidak
memuat hipotesis
- Penyajian
dibarengi dengan sejarah
Contoh :
karya non ilmiah
diantaranya cerpen, puisi, novel, komik
Emotif : Kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak
sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
Persuasif : Penilaian
fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, Mempengaruhi sikap cara
berpikir pembaca dan cukup informatif.
Deskriptif : Pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan
subjektif.
Kritik : tanpa dukungan bukti.
Sumber : http://ekhafr.blogspot.com/2013/03/perbedaan-karya-ilmiah-dan-semi-ilmiah.html
http://inezjohn.blogspot.com/2013/03/karya-ilmiah.html
Diberdayakan oleh Blogger.